Oleh: vidi27 | November 5, 2007

karyaku juga

bidadari

hatiku terpaku
sedang panas mentari
tak jua berlalu

musim gugur tlah berganti
namun, daun-daun tak jua
temani hati yang membeku

Impian masih terngiang
meski zaman tlah berganti
namun betapa aku
teralirkan embun pagi
terbasahkan mentari
dan terhangatkan malam
dalam peluk cintamu,
bidadari

siluet malam

kala malam
mulai menerjang
bersama bintang
kau masih terduduk
tiada terpuruk

kala larut
mulai merajut
bersama kabut
kau masih tenggelam
tiada terdiam

kala pagi
mulai menari
bersama mentari
kau masih tengadah
tiada menyerah

engkau terpekur
penuh syukur
lalu, menebar salam

tahulah aku, engkaulah siluet semalam

sebelas bidadari
karya : awan & nisa

Hari itu, sepuluh bidadari turun dari langit. Mengepakkan sayap mungilnya, dan berlari kecil meningkahi awan dan angin, terbang…

Tiada yang tahu. Mentari terdiam dan bersembunyi. Purnama seolah sirna, apalagi bintang-bintang..bintang pun menghilang.

Dan mereka tahu, sebelas bidadari tlah tercipta…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori