Oleh: vidi27 | Juli 16, 2007

konsultasi

Pertanyaan : Pak, apakah suatu hari nanti ada orang yang mau meminangku apabila aku menjadi cewek yang berjilbab ? Karena banyak cowok yang menilai cewek dari segi wajah, body dll.

Jawab :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.Sebelum saya jawab, mari kita cermati surat An-Nur 26, yang kurang lebih terjemahannya : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….. Dari ayat ini saya yakin Anda sudah paham, dan tidak perlu khawatir. Karena jika Anda adalah seorang wanita yang baik (muslimah yang baik), insyaAllah akan mendapat jodoh pria yang baik pula. Jadi buat apa memikirkan cowok yang hanya memandang cewek dari segi wajah cantik, body yang bagus dll ? Karena semua itu terikat dengan waktu, akan ada waktunya semua itu hilang.Memang banyak cowok (bahkan tidak hanya cowok, tapi cewek juga) memilih istri / suami hanya berdasarkan fisik (wajah yang cantik/ganteng), harta kekayaan, atau karena dia keturunan bangsawan / orang terpandang, tapi itu bukanlah kriteria utama yang diajarkan oleh Rasulullah.“Wanita dinikahi karena empat perkara ;(1)Karena harta bendanya, (2)Karena keturunannya,(3)Karena cantiknya ,dan (4)Karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti kamu beruntung.” (HR. Bukhari – Muslim dari Abu Hurarah ra.)Memang dalam hadits ini, hanya menyebutkan kriteria memilih istri, tapi insyaAllah juga berlaku secara umum, yaitu bagi wanita yang ingin memilih suami. Kriteria utama memilih pasangan hidup adalah dari segi agamanya. Karena jika seseorang memilih pasangan hidup bukan karena faktor agamanya maka niscaya hal itulah yang akan menjadi malapetaka dalam rumah tangganya. Saya yakin Anda juga nggak mau punya suami kaya, ganteng, anak orang terpandang, tapi sholat aja nggak pernah. Namun yang paling utama tentu saja adalah jika keempat faktor tersebut dimiliki semua. Asyik kan punya suami seorang yang akhlaq dan agamanya bagus, ganteng, kaya, dan anak orang terpandang ? Atau siapa yang nggak pingin punya istri muslimah yang sholihah, cantik, kaya, dan putri dari seorang yang terhormat ? Bersama tulisan saya ini, ada buku Bila Jodoh tak Kunjung datang. Anda baca dan pahami, yang insyaAllah lebih lengkap dari penjelasan saya. Andaipun ada yang kurang jelas atau ragu-ragu silahkan bertanya agar tidak ada kesalahan persepsi dalam memahami penjelasan saya maupun yang ada dalam buku.Terlepas dari penjelasan saya di atas, tanpa bermaksud turut campur, saya berharap, Anda konsen ke sekolah Anda dulu. Anda nggak usah mikir jodoh sekarang atau khawatir ada yang mau nggak dengan Anda jika Anda berubah. Kalaupun Anda pingin seperti Selly dan Haekal, Anda mikir lulus SMA dulu. Nggak mungkin to Anda menikah waktu masih SMA ? Kuliah atau nggak kuliah kayaknya nggak ada pengaruh. Anda bisa menyelesaikan kuliah dulu baru nikah atau nikah saat kuliah seperti Selly dan Haekal, tapi yang penting LULUS SMA DULU!! Mikir boleh, khawatir jangan! Perlu Anda ketahui, diluar sana banyak sekali ikhwan (muslim yang sholih) yang memilih istri benar-benar berdasar akhlaq dan agama si cewek, nggak peduli dia cantik atau tidak, kaya atau miskin. Bahkan beberapa orang yang saya kenal menikah melalui biro jodoh islami. Jadi dia belum mengenal dan melihat siapa dan bagaimana istrinya sebelumnya, karena baginya yang terpenting si calon istrinya seorang wanita yang sholihah. Dan lagi karena tujuan mereka menikah adalah untuk menyempurnakan setengah agama mereka dan untuk mendapat ridlo Allah SWT.(Kalau saya sih belum bisa seperti itu, saya tetap pingin melihat bagaimana si dia dan ta’aruf (saling mengenal) dulu, karena melihat calon istri atau yang disebut dengan nazhar juga merupakan sunah Rasul. Tapi yang jelas, kalau saya pribadi secara fisik jauh lebih memilih wanita yang istiqomah pakai jilbab).Seorang teman yang menikah melalui sebuah biro jodoh islami pernah bercerita kepada saya, “Saat menikah saya belum pernah melihat dia sebelumnya, tapi alhamdulillah dia sangat hebat. Dia tidak pernah ngambek saat saya telat memberinya uang belanja atau uang belanjanya berkurang, tapi dia akan ngambek jika saya nggak sholat malam atau mengajaknya sholat malam, atau lupa puasa senin-kamis.”Siapa nggak pingin punya istri sholihah seperti itu ?Bandingkan dengan kisah Rasul dengan ‘Aisyah ra. Suatu ketika Rasul pergi dan belum pulang sampai larut malam. ‘Aisyah yang ada di rumah masih setia menunggu. Namun karena merasa sangat mengantuk, ia tak kuat lagi menunggu Rasul. Akhirnya ‘Aisyah menggelar tikar dan tidur di lantai dekat pintu masuk dan jika pintu di buka dari luar maka akan mengenai kakinya dengan harapan jika Rasul pulang ia akan tahu dan bisa menyambutnya. Saat Rasul pulang dan hendak membuka pintu, beliau sadar ada ‘Aisyah di balik pintu, dan jika beliau membuka pintu pasti akan membangunkan ‘Aisyah. Dan akhirnya, sampai pagi ‘Aisyah tidur di belakang pintu (di dalam rumah) dan Rasul tidur di depan pintu (di luar rumah).Siapa yang nggak pingin punya suami yang ber-akhlaq mulia seperti itu ? Membangunkan istri agar membukakan pintu saja nggak mau, apalagi marah-marah, nampar / mukul istri, kayak di sinetron itu.Jadi, kenapa takut ? Jika Anda bisa menjadi muslimah yang sholihah, maka Anda sudah memenuhi kriteria utama untuk mendapatkan suami yang sholih. Tinggal masalah usaha dan waktu. Masalah fisik, apa wajah segitu masih kurang cantik ? Tapi jangan tanya pendapat saya nggih!!Yang jelas kalau laki-laki menikahi seorang wanita karena wajah yang cantik dan (maaf) body yang yahud & seksi, berarti dia menikahi wanita tersebut atas dasar nafsu belaka. Kalau sang istri nggak cantik & seksi lagi, terus ada wanita lain yang lebih cantik & seksi, ya ujung-ujungnya selingkuh kalau nggak bercerai. Saya yakin Anda nggak pingin dapat yang kayak gitu. Biar nggak dapat pria kayak gitu, ya jangan dipamerin kalau Anda (maaf) punya body yang bagus. Selama ini kan budaya kita terbalik. Seorang wanita pasti akan berdandan cantik, pakai baju bagus (bahkan mungkin seksi) dll saat dia mau kondangan, tapi saat di rumah ? Dia hanya pakai daster kumuh, rambut nggak disisir, seadanya. Jadi dia berpenampilan menarik untuk orang lain, orang banyak, tapi demi suami justru seadanya. Padahal mempersembahkan semua yang ada pada diri seorang istri untuk sang suami itu ibadah lho! Jadi berikan yang terbaik yang ada pada diri Anda untuk suami Anda kelak, bukan untuk orang banyak!!!Masalah harta, biasanya laki-laki nggak mempermasalahkan hal itu (kecuali cowok matre), karena tanggung jawab untuk menafkahi keluarga ada dipundak suami. Gengsi donk kalau laki-laki nebeng makan sama istri dan mertuanya (meski bukan hal yang dilarang). Apalagi yang kurang ? InsyaAllah cuma masalah ikhtiar/usaha dan waktu. Jadi kenapa takut ?Masih khawatir ? Misalkan khawatir itu baik, lebih khawatir mana saya dengan Anda ? Umur sudah lebih dari cukup untuk menikah. Sholih ? Belum, insyaAllah. Tampang ? Anggap saja standard. Kerja belum tetap dengan penghasilan yang pas-pasan. Nggak mungkin mengandalkan orang tua, karena orang tua saya juga bukan orang kaya, rumah saja masih nebeng mertua.  Tentu orang tua yang punya anak gadis akan berpikir ulang untuk menikahkan putrinya dengan laki-laki seperti ini. Tapi insyaAllah, tetap semangat mencari, meski saat ini saya sudah nggak mencari sendiri tapi dicarikan teman, karena mencari sendiri malah gagal terus. Kalau yang ini juga gagal, whatever-lah. Mungkin nunggu ada akhwat (muslimah yang sholihah) ngajakin saya nikah….he…he.Yang penting sekarang adalah Anda konsen belajar, baik belajar ilmu di sekolah maupun belajar agama agar menjadi muslimah yang baik. Mohon maaf, karena kenyataannya, kondisi ke-islaman di sekolah juga sangat kurang mendukung, sangat berbeda dengan SMA 1 Wonosari 5 tahun terakhir. Coba Anda cermati, jarang sekali siswi yang istiqomah pakai jilbab. Sebagian hanya memakainya di sekolah, itupun kalau pas olahraga di lepas, benar kan ? Ada nggak yang tetap pakai jilbab saat olahraga ? (Atau mungkin saya aja yang nggak tahu). Sebagian lagi pakai baju lengannya dilipat sampai siku, atau jilbabnya diikatkan di leher sehingga lehernya kelihatan.Anda dapat membandingkan bagaimana penampilan teman-teman Anda saat di sekolah dengan saat mereka di luar kegiatan sekolah, saat study tour atau mungkin saat belanja ke swalayan, atau hanya sekedar keliling cuci mata. Sangat jauh berbeda. Pakai kaos pendek, bahkan mungkin ada yang kaos ketat, celana jeans yang press pinggul, dan bahkan jilbabnya dilepas. Kalaupun memakai jilbab, ya modelnya kayak jilbab Britney Spears, atas pakai kerudung, bawahnya tetap pakai pakaian yang ketat. Terus terang saya prihatin. ( Jika Anda dulu seperti itu, maaf ya, bukan bermaksud menyindir, karena yang penting sekarang dan insyaAllah yang akan datang kan nggak seperti itu lagi). Masalah make up, saya yakin nggak pakai juga nggak apa-apa, pakai pembersih muka kan cukup. Kalau pingin terlihat cantik, rajin-rajin wudlu (berarti sholatnya juga lebih rajin), insyaAllah akan terlihat lebih cantik, insyaAllah.Perlu Anda ketahui, yang selama ini yang Anda dan teman-teman pakai, itu bukan jilbab, tapi kerudung. Mirip tapi berbeda. Seperti yang dipakai artis-artis sinetron itu belum bisa dinamakan jilbab tapi baru kerudung. Contoh jilbab itu seperti yang dipakai oleh teteh Ninih Mutma’innah (istrinya Aa’ Gym). Coba deh baca surat An-Nur 31 dan surat Al-Ahzab 59 di bawah ini, Anda akan tau apa itu jilbab.An-Nur 31 : …..Dan hendaknya mereka menutupkan kain kudung ke dadanya……”Al-Ahzab 59 :……”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka….”Dalam penjelasan di halaman catatan akhir bagian belakang Al Quran, yang dimaksud dengan jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka, dan dada.Dari sini Anda tahu bahwa selama ini persepsi orang kebanyakan masih belum tepat. Jilbab bukan sekedar kain yang digunakan untuk menutup kepala, tapi ada ketentuannya. Jilbab digunakan untuk menutup aurat, dan Rasul pernah bersabda yang kurang lebih artinya : aurat dari seorang wanita adalah seluruh dari mereka kecuali telapak tangan dan wajah mereka. Jadi hanya dua anggota ini yang boleh terlihat oleh pria yang bukan muhrim Anda. Jadi ada kelonggaran bagi seorang wanita untuk tidak memakai jilbab (maaf, bisa pakai kaos ketat, rok/celana pendek, nggak pakai kerudung), yaitu dihadapan muhrim dari si wanita tersebut atau kalau sama-sama cewek. Lalu siapa muhrim dari seorang wanita ? Baca kelanjutan dari terjemahan surat An-Nur 31, ya ! Jadi pemakaian jilbab itu bukan masalah dimana kita berada, tapi dengan siapa kita berada. Sebagai permisalan kita pakai yang paling ekstrim, bolehkah seorang wanita (maaf) nggak pakai baju di lapangan ? Boleh, dengan syarat nggak ada seorangpun di situ. Tapi bolehkah seorang wanita mengenakan baju dan rok panjang  menerima tamu seorang pria yang bukan muhrimnya, tapi wanita tersebut tidak memakai jilbab ? Nah justru ini yang nggak boleh. Tapi Anda jangan nyoba yang pertama lho ya! Sekali lagi ini cuma permisalan. Tentang kriteria pakaian seorang wanita kemarin sudah saya jelaskan sedikit lewat SMS. 1. Tidak trasparan / tembus pandang. Ada kan siswi yang pakai seragam sekolah yang transparan sampai (maaf) baju dalamnya kelihatan ? Kalau dalamnya pakai kaos sih nggak apa-apa, tapi kalau langsung & nggak pakai kaos ? Bahaya.2. Tidak membentuk lekuk tubuh.Intinya jangan pakai pakaian luar yang ketat / press body, baik bagian atas maupun bawah.3. Tidak menyerupai laki-laki.Intinya model kayak celana jeans, karena itu pakaian laki-laki. Tetap usahakan memakai rok. Kalaupun terpaksa memakai celana panjang, kan bisa pakai yang model kulot. Jadi modelnya celana, tapi sangat longgar. Saya yakin Anda dah tahu.Ingat, dilihat cowok bukan muhrim tanpa memakai jilbab saja nggak boleh, apalagi dipegang, lebih nggak boleh. Saya bilang hal ini karena sering melihat cowok yang pegang-pegang cewek, atau ada cewek yang mau-maunya dipegang / bersentuhan dengan cowok yang bukan muhrimnya. (Cuma kadang saya pun merasa hal ini memang agak sulit. Kalau di kantor kan kadang ada ibu guru yang ngajak salaman (jabat tangan), atau nebeng naik motor saat pulang. Kalau pas bisa saya tolak, ya saya tolak, kalau nggak bisa, ya bismillah saya niatkan untuk menolong saja. Tapi kalau sama siswa insyaAllah saya masih bisa menghindar agar tidak berjabat tangan. Ingat waktu olimpiade itu kan ? Saya niatkan menolong saja. Tapi jangan bilang-bilang nggih ? Bahkan beberapa waktu lalu saya diingatkan lagi sama pak Ustadz, yang kurang lebih bahwa bersalaman dengan wanita bukan muhrim itu seperti/lebih buruk(saya lupa) dari menggenggam bara api neraka.)Tulisan ini hanya merupakan jawaban dari pertanyaan Anda dan tambahan beberapa hal yang saya anggap penting. Dilaksanakan atau tidak itu hak Anda, bukan hak saya ikut campur apalagi maksa-maksa Anda melakukan semua ini karena saya tidak punya hak apapun atas Anda. Tapi sekedar berharap, semoga ini semua bisa dipahami dan diamalkan, walaupun tidak dalam waktu sekejap tetapi berangsur-angsur, sedikit demi sedikit. Dan seandainya ada niat untuk melaksanakan itu semua, semoga Anda bisa berpikir ke depan dalam melakukan sesuatu, contohnya : kalau beli jilbab ya jangan yang kecil-kecil dan transparan, tapi beli yang nggak tembus pandang dan bisa menutupi bagian (maaf) dada,  kalau beli baju ya jangan yang ketat/membentuk lekuk tubuh dan cuma sebatas pinggang (kayak kemarin waktu silaturahim ke rumah), apalagi tembus pandang, tapi beli yang longgar, nggak membentuk lekuk tubuh dan bisa menutupi (maaf) pantat. Dan daripada membeli celana jeans, bukankah lebih baik nambah koleksi rok panjang atau kulot atau baju yang longgar dan panjang (kebawah). Jadi jika suatu saat terpaksa memakai jeans / celana panjang, kan bisa dipasangkan dengan baju yang menutupi bagian (maaf) pantat. Coba pikirkan, jika ada dua cewek jalan bareng lewat di depan segerombolan cowok. Yang satu dandan dan berpakaian kayak Anda kemarin, dan cewek satunya memakai jilbab yang sesungguhnya. Kira-kira siapa yang akan digodain ? Coba bayangkan enak nggak jika hal itu terjadi pada Anda ? Digodain cowok-cowok di pinggir jalan, dipelototin rame-rame karena Anda pakai make up secantik mungkin, terus pakai pakaian dan jeans yang membentuk lekuk tubuh, baik bagian atas maupun bagian bawah dari tubuh Anda. Semua aturan yang dibuat Allah PASTI demi kebaikan umatnya, dan salah satu fungsi jilbab adalah untuk membedakan kaum muslim dengan kaum jahiliyah. Tinggal kita memilih masuk kaum yang mana.Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat, dan Anda nggak khawatir lagi kalau nanti nggak ada cowok yang suka gara-gara Anda memakai jilbab. Amin. Mungkin untuk melaksanakan itu semua memang agak susah, itulah kenapa saya sangat mengharapkan Anda meluruskan niat dan meneguhkan ikhtiar jika memang sungguh-sungguh ingin berubah. Karena dengan niat yang lurus dan ikhtiar yang maksimal, insyaAllah semua akan dipermudah. Memang tidak bisa semua sekaligus dalam waktu sekejap, apalagi kalau berkaitan dengan teman-teman yang belum terbiasa dengan perubahan Anda, tentu perlu waktu. Tapi insyaAllah sedikit demi sedikit bisa. Sementara ini dulu tentang jilbab, lain waktu kita bahas masalah bagaimana seorang muslim / muslimah berinteraksi dengan lawan jenis. Dan juga tentang sesuatu yang bernama cinta. Atau kalau ada hal-hal lain yang ingin Anda tanyakan, tanyakan saja. Mohon maaf jika ada kata yang nggak berkenan / salah ketik / hasil nge-print-nya nggak bagus.Jazakumullah khairan katsira.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori