Oleh: vidi27 | November 5, 2007

karyaku juga

bidadari

hatiku terpaku
sedang panas mentari
tak jua berlalu

musim gugur tlah berganti
namun, daun-daun tak jua
temani hati yang membeku

Impian masih terngiang
meski zaman tlah berganti
namun betapa aku
teralirkan embun pagi
terbasahkan mentari
dan terhangatkan malam
dalam peluk cintamu,
bidadari

siluet malam

kala malam
mulai menerjang
bersama bintang
kau masih terduduk
tiada terpuruk

kala larut
mulai merajut
bersama kabut
kau masih tenggelam
tiada terdiam

kala pagi
mulai menari
bersama mentari
kau masih tengadah
tiada menyerah

engkau terpekur
penuh syukur
lalu, menebar salam

tahulah aku, engkaulah siluet semalam

sebelas bidadari
karya : awan & nisa

Hari itu, sepuluh bidadari turun dari langit. Mengepakkan sayap mungilnya, dan berlari kecil meningkahi awan dan angin, terbang…

Tiada yang tahu. Mentari terdiam dan bersembunyi. Purnama seolah sirna, apalagi bintang-bintang..bintang pun menghilang.

Dan mereka tahu, sebelas bidadari tlah tercipta…

Oleh: vidi27 | November 5, 2007

karyaku juga

Cakrawala

Laut mengambang
Langit menyambungnya
dihiasi angin
berlari lembut di atas ombak
berjingkrak-jingkrak
berjinjit ria
Lalu berguling-guling bagai awan
menari di angkasa, raya

Kupu-kupu kecil

Kupu-kupu kecil
terbang sendiri
menerpa awan
di pucuk dedaunan

Kupu-kupu kecil
menari sendiri
mengharap teman
tinggal kenangan

hanya impian

Di balik malam

aku tak tahu
mengapa engkau
harus bersembunyi
di balik malam
di sudut angkuhnya bintang

aku tak pernah tahu
mengapa malam
masih menemanimu
sedang bintang telah jatuh
kala purnama telah utuh

dan engkau tetap bersikukuh
bersembunyi, di balik malam

Oleh: vidi27 | November 5, 2007

WANITA & NERAKA

Tanya : Kenapa di neraka lebih banyak wanita daripada pria ?
Jawab : Memank benar, dalam neraka kelak, penghuninya lebih banyak wanita daripada pria. Ada beberapa alasan :
1. Karena jumlah wanita lebih banyak daripada pria, secara logika statistika, kita tahu bahwa peluan wanita masuk neraka lebih besar, jadi tentu saja adalah hal yang wajar kalau lebih banyak wanita daripa pria di neraka kelak.
2. Ada siklus bulanan bagi wanita dimana mereka tidak melakukan amalan wajib seperti sholat, dan sayangnya momen seperti itu jarang digunakan untuk mencari amalan lain sebagai pengganti sholat.
3. Sebagian besar dari wanita yang masuk neraka, diriwayatkan bahwa penyebab mereka masuk neraka adalah karena LISAN. Lisan bisa lebih taja m daripada sebilah pedang. Contoh konkret dalam kehidupan kita, dalam hal nggosip alias ngerumpi, wanita lebih ahli dan biasa daripada pria. Contoh : Suatu ketika disebuah persimpangan jalan terjadi kecelakaan motor. Wajar jika orang-orang datang berkerumun, tapi mungkin pembicaraan yang terjadi di antara bapak-bapak dan yang terjadi diantara ibu-ibu bisa berbeda. Bapak-bapak akan membicarakan : “motor dari utara belok mendadak”, “motor yang dari timur melaju terlalu kencang”, atau mungkin, ” ban motor pecah trus oleng”, TAPI diantara i9bu-ibu, “Sapa to yang kecelakaan ?”, “Oh si dia to ? Dia tu suka mabuk-mabukan, apalagi yang cewek tu, cewek simpanan “, dll…Dalam konteks islam, nggosip dikenal dengan istilah GHIBAH. Padahal dalam sebuah riwayat, melakukan ghibah itu sama saja dengan memakan bangkai dari saudara kita sendiri. Karena itulah wanita benar-benar harus bisa menjaga lisan mereka.
TAPI dari semua kenyataan di atas, bukan Allah tidak adil. Allah juga memberikan keistimewaan dari hal-hal diatas, yaitu WALAUPUN WANITA LEBIH MUDAH MASUK NERAKA DIBANDING PRIA, TAPI MEREKA JUGA LEBIH MUDAH MASUK SURGA DIBANDING PRIA. Wanita sebagai dirinya sendiri harus bisa melaksanakan amalan wajib, dan meninggalkan segala yang tidak baik. wanita akan menjadi istri, maka dengan dia berbakti dengan ikhlas, mencari ridlo suami, jatah surga sudah ditangan. Begitu juga setelah dia menjadi ibu, dengan memberi kasih sayang dan mendidik anaknya menjadi anak yang sholih/ sholihah, maka jatah surga sudah di tangan..SELAMAT. Allah memberikan segala keistimewaan dan keindahan dalam seorang wanita.

Oleh: vidi27 | September 22, 2007

konsultasi-2

Yang paling berharga dari seorang wanita 

Jika kita bertanya, “ Apa yang paling berharga dari kita?”, maka kita harus melihat siapa kita dan apa peran kita. Setiap manusia memiliki peran masing-masing dan peran ini bisa berubah-ubah bahkan tidak cuma satu tetapi bisa dua atau lebih.

Contoh mudahnya adalah anda sendiri. Di hadapan Allah peran Anda adalah sebagai hamba / umat / makhluk. Di hadapan ortu, maka Anda adalah anak, di hadapan laki-laki, peran Anda adalah sebagai wanita…dan masih banyak lagi, peran Anda sebagai teman, murid, kakak, adik, muslimah, mungkin nanti istri, ibu, dan lain-lain. Peran yang berbeda ini tentunya juga mempengaruhi apa yang paling berharga dari kita masing-masing.

Mohon maaf, jika pembahasan ini sangat sedikit bahkan nggak ada dalil, dan sebagian adalah pendapat pribadi saya, karena Anda bertanya kepada saya. Saya bahas yang penting-penting saja, yang ada kaitannya dengan peran Anda.1.      Peran sebagai seorang muslimahKarena Anda seorang muslimah (beragama Islam), maka yang paling berharga tentu saja keimanan / ketauhidan kita kepada Allah. Jangan sampai murtad / pindah agama (naudzubillah, jangan sampai), apalagi pindah agama hanya karena masalah cowok…najis tralala…Jaga iman dan islam Anda, karena dengan itu Anda akan membeli surga, amiin.2.      Peran sebagai anakSebagai seorang anak, hal yang paling berharga adalah “ridlo ortu”. Kenapa? Ingat “ Ridlo Allah ada pada ridlo orang tua”, jadi jika ortu nggak ridlo maka Allah juga nggak ridlo, padahal segala urusan kalau Allah nggak ridlo artinya sia-sia. Tentu saja ridlo dalam hal baik. Karena tidak sedikit ortu (mungkin karena kurang ilmu) justru menyuruh anaknya melakukan hal yang tidak sesuai tuntunan agama. Jika hal ini terjadi, maka kita boleh menolaknya, tetapi tetap dengan cara yang baik dan tetap menjadi kewajiban kita untuk tetap memuliakan mereka. Contoh : Orang tua yang menyuruh anaknya menikah dengan lelaki kaya tanpa melihat akhlaq dan agamanya, padahal ternyata si lelaki tadi berbeda agama, tentu dalam hal ini kita bisa menolak.3.      Peran sebagai wanitaSebagai seorang wanita, hal yang paling berharga menurut saya adalah kesucian seorang wanita. Tapi perlu di ketahui bahwa selama ini banyak orang mengidentikkan antara kesucian dengan keperawanan, atau menganggap kesucian dan keperawanan itu adalah hal yang sama. Bagi saya pribadi itu adalah dua hal yang berbeda. Kalau masih bingung sekarang bandingkan, lebih suci mana antara dua wanita berikut ? Sebut saja A dan B. Si A, adalah muslimah yang baik, istiqomah mengenakan jilbab, menjaga pandangan, menjaga pergaulan dari lelaki yang bukan muhrim, tetapi dia janda (artinya bukan perawan lagi). Si B, wanita yang belum menikah, masih perawan, tidak mengenakan jilbab/kerudung, biasa pakai baju ketat dan celana pendek,  bergaul dengan sembarang lelaki.Dari dua wanita ini, Anda bisa menentukan sendiri, mana yang lebih suci. Kesucian tak dapat dipisahkan dari harga diri. Ibaratnya seperti harga jual untuk suatu barang, meskipun bukan analogi yang sesuai, tapi kurang lebih mendekati.Lihat di toko baju! 1.        Ada baju yang di taruh paling depan, dalam box, dalam keadaan yang ditumpuk-tumpuk dan tidak dilipat, di taruh sembarangan.2.        Ada baju yang di gantung pakai hanger.3.        Ada baju yang di lipat dan di bungkus plastik.4.        Ada baju yang di gantung pakai hanger dan di bungkus plastik.5.        Ada baju yang di gantung pakai hanger, di bungkus plastik, dan di pajang di dalam lemari kaca.Baju mana yang paling mahal ?????ITULAH PERUMPAMAAN WANITA DENGAN PAKAIAN YANG MEMBUNGKUSNYA.Apa yang istimewa dari wanita yang biasa pakai baju ketat, dalamnya kelihatan, pakai celana pendek ? Nggak ada sama sekali, karena setiap orang bisa melihat aurat-nya, hanya seperti pakaian obral dengan harga yang murah, sangat murah, karena setiap orang bisa lihat, bisa pegang, bahkan bisa menawar. Tapi bandingakan dengan wanita dengan pakaian yang tertutup. Apa yang ia miliki, ia persembahkan spesial khusus untuk suami dan orang-orang yang memang punya hak.Hal ini bisa di generalisasikan, jika aurat saja hanya khusus orang-orang tertentu, maka keperawanan tentu saja akan sangat-sangat lebih dijaga lagi, sampai akhirnya di berikan kepada orang yang berhaq.4.      Peran sebagai istriPeran sebagai istri, hampir sama dengan peran seorang anak. Hanya saja dalam hal ini yang paling penting adalah ridlo dari suami. Rasulullah bersabda, yang artinya kurang lebih : seandainya Allah mengijinkan manusia menyembah manusia, maka akan aku serukan kepada para wanita untuk menyembah suaminya. Dari hadits di atas kita bisa tahu bahwa sangat penting dan sangat besar arti dari ridlo suami bagi istrinya. Oleh karena itu, para wanita haruslah berhati-hati dalam memilih pasangan, memilih suami, jangan sampai terjerumus hanya karena keinginan duniawi semata. Carilah yang berakhlaq bagus, karena dia akan membawa manfaat yang besar dalam kehidupan berumah tangga kelak. Karena suaminyalah satu-satunya orang (yang seandainya boleh) yang harus ia sembah..Artinya, ya suami tetap tidak boleh disembah, tetapi perumpamaan dari sabda Rasulullah SAW tadi menjelaskan bahwa seorang istri harus sangat-sangat taat & berbakti kepada suaminya, karena itu, carilah suami yang berakhlaq bagus..amiiiiiin.Sekian.Salam. 

Oleh: vidi27 | Juli 17, 2007

zhang

zzzb1.jpgzzy

Kenal ga ma dia ? Wah, perlu di cek ulang memori otak bagi yang ga kenal..Dia adalah bintang film favourite ku, namanya Zhang Zi Yi. Artis Cina, yang melanglang sampai ke Hollywood. Film2 nya selalu box office, antara lain Crouching Tiger Hidden Dragon, Rush Hour 2, Memoirs of a Geisha, dll. TOP BGT dah…

Oleh: vidi27 | Juli 16, 2007

konsultasi

Pertanyaan : Pak, apakah suatu hari nanti ada orang yang mau meminangku apabila aku menjadi cewek yang berjilbab ? Karena banyak cowok yang menilai cewek dari segi wajah, body dll.

Jawab :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.Sebelum saya jawab, mari kita cermati surat An-Nur 26, yang kurang lebih terjemahannya : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….. Dari ayat ini saya yakin Anda sudah paham, dan tidak perlu khawatir. Karena jika Anda adalah seorang wanita yang baik (muslimah yang baik), insyaAllah akan mendapat jodoh pria yang baik pula. Jadi buat apa memikirkan cowok yang hanya memandang cewek dari segi wajah cantik, body yang bagus dll ? Karena semua itu terikat dengan waktu, akan ada waktunya semua itu hilang.Memang banyak cowok (bahkan tidak hanya cowok, tapi cewek juga) memilih istri / suami hanya berdasarkan fisik (wajah yang cantik/ganteng), harta kekayaan, atau karena dia keturunan bangsawan / orang terpandang, tapi itu bukanlah kriteria utama yang diajarkan oleh Rasulullah.“Wanita dinikahi karena empat perkara ;(1)Karena harta bendanya, (2)Karena keturunannya,(3)Karena cantiknya ,dan (4)Karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti kamu beruntung.” (HR. Bukhari – Muslim dari Abu Hurarah ra.)Memang dalam hadits ini, hanya menyebutkan kriteria memilih istri, tapi insyaAllah juga berlaku secara umum, yaitu bagi wanita yang ingin memilih suami. Kriteria utama memilih pasangan hidup adalah dari segi agamanya. Karena jika seseorang memilih pasangan hidup bukan karena faktor agamanya maka niscaya hal itulah yang akan menjadi malapetaka dalam rumah tangganya. Saya yakin Anda juga nggak mau punya suami kaya, ganteng, anak orang terpandang, tapi sholat aja nggak pernah. Namun yang paling utama tentu saja adalah jika keempat faktor tersebut dimiliki semua. Asyik kan punya suami seorang yang akhlaq dan agamanya bagus, ganteng, kaya, dan anak orang terpandang ? Atau siapa yang nggak pingin punya istri muslimah yang sholihah, cantik, kaya, dan putri dari seorang yang terhormat ? Bersama tulisan saya ini, ada buku Bila Jodoh tak Kunjung datang. Anda baca dan pahami, yang insyaAllah lebih lengkap dari penjelasan saya. Andaipun ada yang kurang jelas atau ragu-ragu silahkan bertanya agar tidak ada kesalahan persepsi dalam memahami penjelasan saya maupun yang ada dalam buku.Terlepas dari penjelasan saya di atas, tanpa bermaksud turut campur, saya berharap, Anda konsen ke sekolah Anda dulu. Anda nggak usah mikir jodoh sekarang atau khawatir ada yang mau nggak dengan Anda jika Anda berubah. Kalaupun Anda pingin seperti Selly dan Haekal, Anda mikir lulus SMA dulu. Nggak mungkin to Anda menikah waktu masih SMA ? Kuliah atau nggak kuliah kayaknya nggak ada pengaruh. Anda bisa menyelesaikan kuliah dulu baru nikah atau nikah saat kuliah seperti Selly dan Haekal, tapi yang penting LULUS SMA DULU!! Mikir boleh, khawatir jangan! Perlu Anda ketahui, diluar sana banyak sekali ikhwan (muslim yang sholih) yang memilih istri benar-benar berdasar akhlaq dan agama si cewek, nggak peduli dia cantik atau tidak, kaya atau miskin. Bahkan beberapa orang yang saya kenal menikah melalui biro jodoh islami. Jadi dia belum mengenal dan melihat siapa dan bagaimana istrinya sebelumnya, karena baginya yang terpenting si calon istrinya seorang wanita yang sholihah. Dan lagi karena tujuan mereka menikah adalah untuk menyempurnakan setengah agama mereka dan untuk mendapat ridlo Allah SWT.(Kalau saya sih belum bisa seperti itu, saya tetap pingin melihat bagaimana si dia dan ta’aruf (saling mengenal) dulu, karena melihat calon istri atau yang disebut dengan nazhar juga merupakan sunah Rasul. Tapi yang jelas, kalau saya pribadi secara fisik jauh lebih memilih wanita yang istiqomah pakai jilbab).Seorang teman yang menikah melalui sebuah biro jodoh islami pernah bercerita kepada saya, “Saat menikah saya belum pernah melihat dia sebelumnya, tapi alhamdulillah dia sangat hebat. Dia tidak pernah ngambek saat saya telat memberinya uang belanja atau uang belanjanya berkurang, tapi dia akan ngambek jika saya nggak sholat malam atau mengajaknya sholat malam, atau lupa puasa senin-kamis.”Siapa nggak pingin punya istri sholihah seperti itu ?Bandingkan dengan kisah Rasul dengan ‘Aisyah ra. Suatu ketika Rasul pergi dan belum pulang sampai larut malam. ‘Aisyah yang ada di rumah masih setia menunggu. Namun karena merasa sangat mengantuk, ia tak kuat lagi menunggu Rasul. Akhirnya ‘Aisyah menggelar tikar dan tidur di lantai dekat pintu masuk dan jika pintu di buka dari luar maka akan mengenai kakinya dengan harapan jika Rasul pulang ia akan tahu dan bisa menyambutnya. Saat Rasul pulang dan hendak membuka pintu, beliau sadar ada ‘Aisyah di balik pintu, dan jika beliau membuka pintu pasti akan membangunkan ‘Aisyah. Dan akhirnya, sampai pagi ‘Aisyah tidur di belakang pintu (di dalam rumah) dan Rasul tidur di depan pintu (di luar rumah).Siapa yang nggak pingin punya suami yang ber-akhlaq mulia seperti itu ? Membangunkan istri agar membukakan pintu saja nggak mau, apalagi marah-marah, nampar / mukul istri, kayak di sinetron itu.Jadi, kenapa takut ? Jika Anda bisa menjadi muslimah yang sholihah, maka Anda sudah memenuhi kriteria utama untuk mendapatkan suami yang sholih. Tinggal masalah usaha dan waktu. Masalah fisik, apa wajah segitu masih kurang cantik ? Tapi jangan tanya pendapat saya nggih!!Yang jelas kalau laki-laki menikahi seorang wanita karena wajah yang cantik dan (maaf) body yang yahud & seksi, berarti dia menikahi wanita tersebut atas dasar nafsu belaka. Kalau sang istri nggak cantik & seksi lagi, terus ada wanita lain yang lebih cantik & seksi, ya ujung-ujungnya selingkuh kalau nggak bercerai. Saya yakin Anda nggak pingin dapat yang kayak gitu. Biar nggak dapat pria kayak gitu, ya jangan dipamerin kalau Anda (maaf) punya body yang bagus. Selama ini kan budaya kita terbalik. Seorang wanita pasti akan berdandan cantik, pakai baju bagus (bahkan mungkin seksi) dll saat dia mau kondangan, tapi saat di rumah ? Dia hanya pakai daster kumuh, rambut nggak disisir, seadanya. Jadi dia berpenampilan menarik untuk orang lain, orang banyak, tapi demi suami justru seadanya. Padahal mempersembahkan semua yang ada pada diri seorang istri untuk sang suami itu ibadah lho! Jadi berikan yang terbaik yang ada pada diri Anda untuk suami Anda kelak, bukan untuk orang banyak!!!Masalah harta, biasanya laki-laki nggak mempermasalahkan hal itu (kecuali cowok matre), karena tanggung jawab untuk menafkahi keluarga ada dipundak suami. Gengsi donk kalau laki-laki nebeng makan sama istri dan mertuanya (meski bukan hal yang dilarang). Apalagi yang kurang ? InsyaAllah cuma masalah ikhtiar/usaha dan waktu. Jadi kenapa takut ?Masih khawatir ? Misalkan khawatir itu baik, lebih khawatir mana saya dengan Anda ? Umur sudah lebih dari cukup untuk menikah. Sholih ? Belum, insyaAllah. Tampang ? Anggap saja standard. Kerja belum tetap dengan penghasilan yang pas-pasan. Nggak mungkin mengandalkan orang tua, karena orang tua saya juga bukan orang kaya, rumah saja masih nebeng mertua.  Tentu orang tua yang punya anak gadis akan berpikir ulang untuk menikahkan putrinya dengan laki-laki seperti ini. Tapi insyaAllah, tetap semangat mencari, meski saat ini saya sudah nggak mencari sendiri tapi dicarikan teman, karena mencari sendiri malah gagal terus. Kalau yang ini juga gagal, whatever-lah. Mungkin nunggu ada akhwat (muslimah yang sholihah) ngajakin saya nikah….he…he.Yang penting sekarang adalah Anda konsen belajar, baik belajar ilmu di sekolah maupun belajar agama agar menjadi muslimah yang baik. Mohon maaf, karena kenyataannya, kondisi ke-islaman di sekolah juga sangat kurang mendukung, sangat berbeda dengan SMA 1 Wonosari 5 tahun terakhir. Coba Anda cermati, jarang sekali siswi yang istiqomah pakai jilbab. Sebagian hanya memakainya di sekolah, itupun kalau pas olahraga di lepas, benar kan ? Ada nggak yang tetap pakai jilbab saat olahraga ? (Atau mungkin saya aja yang nggak tahu). Sebagian lagi pakai baju lengannya dilipat sampai siku, atau jilbabnya diikatkan di leher sehingga lehernya kelihatan.Anda dapat membandingkan bagaimana penampilan teman-teman Anda saat di sekolah dengan saat mereka di luar kegiatan sekolah, saat study tour atau mungkin saat belanja ke swalayan, atau hanya sekedar keliling cuci mata. Sangat jauh berbeda. Pakai kaos pendek, bahkan mungkin ada yang kaos ketat, celana jeans yang press pinggul, dan bahkan jilbabnya dilepas. Kalaupun memakai jilbab, ya modelnya kayak jilbab Britney Spears, atas pakai kerudung, bawahnya tetap pakai pakaian yang ketat. Terus terang saya prihatin. ( Jika Anda dulu seperti itu, maaf ya, bukan bermaksud menyindir, karena yang penting sekarang dan insyaAllah yang akan datang kan nggak seperti itu lagi). Masalah make up, saya yakin nggak pakai juga nggak apa-apa, pakai pembersih muka kan cukup. Kalau pingin terlihat cantik, rajin-rajin wudlu (berarti sholatnya juga lebih rajin), insyaAllah akan terlihat lebih cantik, insyaAllah.Perlu Anda ketahui, yang selama ini yang Anda dan teman-teman pakai, itu bukan jilbab, tapi kerudung. Mirip tapi berbeda. Seperti yang dipakai artis-artis sinetron itu belum bisa dinamakan jilbab tapi baru kerudung. Contoh jilbab itu seperti yang dipakai oleh teteh Ninih Mutma’innah (istrinya Aa’ Gym). Coba deh baca surat An-Nur 31 dan surat Al-Ahzab 59 di bawah ini, Anda akan tau apa itu jilbab.An-Nur 31 : …..Dan hendaknya mereka menutupkan kain kudung ke dadanya……”Al-Ahzab 59 :……”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka….”Dalam penjelasan di halaman catatan akhir bagian belakang Al Quran, yang dimaksud dengan jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka, dan dada.Dari sini Anda tahu bahwa selama ini persepsi orang kebanyakan masih belum tepat. Jilbab bukan sekedar kain yang digunakan untuk menutup kepala, tapi ada ketentuannya. Jilbab digunakan untuk menutup aurat, dan Rasul pernah bersabda yang kurang lebih artinya : aurat dari seorang wanita adalah seluruh dari mereka kecuali telapak tangan dan wajah mereka. Jadi hanya dua anggota ini yang boleh terlihat oleh pria yang bukan muhrim Anda. Jadi ada kelonggaran bagi seorang wanita untuk tidak memakai jilbab (maaf, bisa pakai kaos ketat, rok/celana pendek, nggak pakai kerudung), yaitu dihadapan muhrim dari si wanita tersebut atau kalau sama-sama cewek. Lalu siapa muhrim dari seorang wanita ? Baca kelanjutan dari terjemahan surat An-Nur 31, ya ! Jadi pemakaian jilbab itu bukan masalah dimana kita berada, tapi dengan siapa kita berada. Sebagai permisalan kita pakai yang paling ekstrim, bolehkah seorang wanita (maaf) nggak pakai baju di lapangan ? Boleh, dengan syarat nggak ada seorangpun di situ. Tapi bolehkah seorang wanita mengenakan baju dan rok panjang  menerima tamu seorang pria yang bukan muhrimnya, tapi wanita tersebut tidak memakai jilbab ? Nah justru ini yang nggak boleh. Tapi Anda jangan nyoba yang pertama lho ya! Sekali lagi ini cuma permisalan. Tentang kriteria pakaian seorang wanita kemarin sudah saya jelaskan sedikit lewat SMS. 1. Tidak trasparan / tembus pandang. Ada kan siswi yang pakai seragam sekolah yang transparan sampai (maaf) baju dalamnya kelihatan ? Kalau dalamnya pakai kaos sih nggak apa-apa, tapi kalau langsung & nggak pakai kaos ? Bahaya.2. Tidak membentuk lekuk tubuh.Intinya jangan pakai pakaian luar yang ketat / press body, baik bagian atas maupun bawah.3. Tidak menyerupai laki-laki.Intinya model kayak celana jeans, karena itu pakaian laki-laki. Tetap usahakan memakai rok. Kalaupun terpaksa memakai celana panjang, kan bisa pakai yang model kulot. Jadi modelnya celana, tapi sangat longgar. Saya yakin Anda dah tahu.Ingat, dilihat cowok bukan muhrim tanpa memakai jilbab saja nggak boleh, apalagi dipegang, lebih nggak boleh. Saya bilang hal ini karena sering melihat cowok yang pegang-pegang cewek, atau ada cewek yang mau-maunya dipegang / bersentuhan dengan cowok yang bukan muhrimnya. (Cuma kadang saya pun merasa hal ini memang agak sulit. Kalau di kantor kan kadang ada ibu guru yang ngajak salaman (jabat tangan), atau nebeng naik motor saat pulang. Kalau pas bisa saya tolak, ya saya tolak, kalau nggak bisa, ya bismillah saya niatkan untuk menolong saja. Tapi kalau sama siswa insyaAllah saya masih bisa menghindar agar tidak berjabat tangan. Ingat waktu olimpiade itu kan ? Saya niatkan menolong saja. Tapi jangan bilang-bilang nggih ? Bahkan beberapa waktu lalu saya diingatkan lagi sama pak Ustadz, yang kurang lebih bahwa bersalaman dengan wanita bukan muhrim itu seperti/lebih buruk(saya lupa) dari menggenggam bara api neraka.)Tulisan ini hanya merupakan jawaban dari pertanyaan Anda dan tambahan beberapa hal yang saya anggap penting. Dilaksanakan atau tidak itu hak Anda, bukan hak saya ikut campur apalagi maksa-maksa Anda melakukan semua ini karena saya tidak punya hak apapun atas Anda. Tapi sekedar berharap, semoga ini semua bisa dipahami dan diamalkan, walaupun tidak dalam waktu sekejap tetapi berangsur-angsur, sedikit demi sedikit. Dan seandainya ada niat untuk melaksanakan itu semua, semoga Anda bisa berpikir ke depan dalam melakukan sesuatu, contohnya : kalau beli jilbab ya jangan yang kecil-kecil dan transparan, tapi beli yang nggak tembus pandang dan bisa menutupi bagian (maaf) dada,  kalau beli baju ya jangan yang ketat/membentuk lekuk tubuh dan cuma sebatas pinggang (kayak kemarin waktu silaturahim ke rumah), apalagi tembus pandang, tapi beli yang longgar, nggak membentuk lekuk tubuh dan bisa menutupi (maaf) pantat. Dan daripada membeli celana jeans, bukankah lebih baik nambah koleksi rok panjang atau kulot atau baju yang longgar dan panjang (kebawah). Jadi jika suatu saat terpaksa memakai jeans / celana panjang, kan bisa dipasangkan dengan baju yang menutupi bagian (maaf) pantat. Coba pikirkan, jika ada dua cewek jalan bareng lewat di depan segerombolan cowok. Yang satu dandan dan berpakaian kayak Anda kemarin, dan cewek satunya memakai jilbab yang sesungguhnya. Kira-kira siapa yang akan digodain ? Coba bayangkan enak nggak jika hal itu terjadi pada Anda ? Digodain cowok-cowok di pinggir jalan, dipelototin rame-rame karena Anda pakai make up secantik mungkin, terus pakai pakaian dan jeans yang membentuk lekuk tubuh, baik bagian atas maupun bagian bawah dari tubuh Anda. Semua aturan yang dibuat Allah PASTI demi kebaikan umatnya, dan salah satu fungsi jilbab adalah untuk membedakan kaum muslim dengan kaum jahiliyah. Tinggal kita memilih masuk kaum yang mana.Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat, dan Anda nggak khawatir lagi kalau nanti nggak ada cowok yang suka gara-gara Anda memakai jilbab. Amin. Mungkin untuk melaksanakan itu semua memang agak susah, itulah kenapa saya sangat mengharapkan Anda meluruskan niat dan meneguhkan ikhtiar jika memang sungguh-sungguh ingin berubah. Karena dengan niat yang lurus dan ikhtiar yang maksimal, insyaAllah semua akan dipermudah. Memang tidak bisa semua sekaligus dalam waktu sekejap, apalagi kalau berkaitan dengan teman-teman yang belum terbiasa dengan perubahan Anda, tentu perlu waktu. Tapi insyaAllah sedikit demi sedikit bisa. Sementara ini dulu tentang jilbab, lain waktu kita bahas masalah bagaimana seorang muslim / muslimah berinteraksi dengan lawan jenis. Dan juga tentang sesuatu yang bernama cinta. Atau kalau ada hal-hal lain yang ingin Anda tanyakan, tanyakan saja. Mohon maaf jika ada kata yang nggak berkenan / salah ketik / hasil nge-print-nya nggak bagus.Jazakumullah khairan katsira.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh: vidi27 | Mei 10, 2007

Hello world!

Me and my bro’s

tahun 2005 aku lulus kuliah di madrasah-nya para calon2 mualim..andai aku hidup di jaman Rasul, ikut berperang bersama beliau, mengaji ilmu dan belajar bersama beliau, tentu saat ini aku sudah di dampingi bidadari2..he..
Tapi Allah punya jalan iradah sendiri menghadirkanku di masa yang penuh dengan dosa (wuih…).

aku bisa belajar ilmu modern, dan salah satu yang istimewa, aku ditakdirkan bertemu manusia-manusia hebat, pilihan dan masih banyak lagi yang baik2..merekalah my bro’s.

see…from de youngest Ari, Doni, Widi(me), Koko, Iik, and Andre…

see…

Kategori